suami2 takut istri…emansipasi?
Tuesday, June 24th, 2008hmm..guess this is a little bit ironic…I laughed on this sitcom, but on the other hand, as a man, I feel like being INSULTED! bner, dihina!
ini adalah sitcom yang ditayangin di Trans TV from 6:00-7:00 post meridian. settingnya adalah sebuah lingkungan rukun tetangga alias RT dengan warganya yang terdiri dari berbagai macam etnis. ada Bang Tigor si debt collector asal Medan dengan istrinya Welas asal Jawa, ada Uda Faisal ( his name reminds me about my teacher, tp si novelis yg kalo ngomong suka berpantun ini g ada mirip2nya sama sekali sama guru gw) dan istrinya Deswita dari Padang, lalu ada Mas Karyo (bukan, bukan alm. basuki) sang pedagang asal Jawa serta istrinya Sheila (yg mnurut gw lmayan..lol) yg mempunyai 1 anak bernama…aduh, lupa! terus ada Pak dan Bu ReTe (RT :P). Trus ada Pretty si janda kembang dan Mang Da2ng the security yang istrinya tiga.
Layaknya komedi situasi, setiap episode pasti tokohnya itu2 aja, namun permasalahan yang diungkit pasti beda. mulai dari para bapak2 yang belajar masak berjamaah di rumah si Preti, trus masalah video bokep, sampe pencarian massal anaknya Sheila yang ilang.
I’m a new fan of this sitcom (so far bru nonton 3 episode), but ma 1st impression is this comedy is very ironic. memang gw ketawa saat ngeliat Mas Karyo, Uda Faisal, Bang Tigor, dan Pak RT "dihukum" oleh istrinya masing2…but, on the other hand, I’M MAD! dalam hati gw nyesek melihat betapa tidak berdayanya para pria tersebut di depan istri2 mereka!
Adegan-Adegan
di SSTI merupakan cerminan fenomena di masyarakat kita saat ini.
Emansipasi yang kebablasan, istri yang berkuasa di keluarga, tipu
sana-sini demi uang, lelaki beristri yang suka lapar mata bila melihat
perempuan seksi nan cantik . Keluarga yang jauh dari impian, di SSTI tidak ada nilai keharmonisan yang ditonjolkan,
seakan sang suami sudah pasrah melihat polah sang istri yang menjadi
raja dan ratu sekaligus di rumah…
hehehehe…..apanya yang "terbitlah terang" kalo gini? hal yang diperjuangkan mati2an oleh kita pada abad ke-19 ini telah disalahtafsirkan. kalo dulu the cocks on top, sekarang the pussies on top (artiin aja ndiri, ya..). apa bedanya dong? ini keliru. Feminisme, emansipasi, tujuannya bukan untuk
menundukkan laki-laki, tapi untuk mencapai kesejajaran antara laki-laki
dan perempuan. tul gak?