Archive for September, 2008

Pasukan Busur Hujan (Rainbow Troops)

Thursday, September 25th, 2008

“Berikan aku 100 orang tua, maka akan kupindahkan mahameru. Tapi berikan aku 10 pemuda maka akan kuguncang dunia”-Soekarno

keprok-keprok yang membahana di Blitz kemaren adalah bukti bahwa Riri Riza sukses membuat sebuah film yang terinspirasi dari novel karya Andrea Hirata berjudul Laskar Pelangi, dan diberi judul yang sama. 

film ini berkisah tentang 10 (+1) orang anak yang tidak pernah menyerah dan selalu tersenyum walaupun keadaan tak bersimpati pada mereka. Di balik penampilan mereka yang kusam, mereka adalah mutiara-mutiara karunia Yang Kuasa. Ada Lintang, seorang anak kuli kopra jenius yang setiap hari harus bersepeda ke sekolah sejauh 80 km tiap hari dan berhadapan dengan buaya darat   yg sewaktu-waktu bisa menelannya idup2. Ada pula Mahar, seorang bocah seniman yang berhasil membuat SD Muhamadiyah, SD yang akan ditutup setelah ia dan kawan2nya lulus, mendapatkan tepuk tangan meriah saat bocah seniman itu mempersembahkan sebuah ide gokil pada lomba 17 Agustus. Berbagai kisah mewarnai masa kecil kesebelas anak itu-Ikal, Lintang, Mahar, Syahdan, Trapani, Harun, Samson, Sahara, Kucai, A Kiong, dan Flo, yang dinamakan Laskar Pelangi oleh guru mereka, Bu Muslimah, karena kegemaran kolektif mereka terhadap pelangi- mulai dary petualangan menemui seorang shaman bernama Tuk Bayan Tula untuk mendapatkan “resep lulus ujian”, hingga kisah cinta unik Ikal dengan saudara sepupunya A Kiong yang bernama A Ling.

Film ini is soooooo worthy to watch. Emosinya ngena banget karena akting para pemain yg sebagian besar merupakan penduduk asil Belitong ini bener2 jempolan! Mulai dari pertemuan pertama Ikal dengan A Ling hingga perpisahan dengan salah satu seorang anggota Laskar Pelangi, we got the feeling.

But, menurut gw, ini film yang terinspirasi dari novel itu, bukan adaptasi seperti yang tertera di opening credits. Y? Ada beberapa hal yang melenceng dari cerita asli novelnya:

1. Latar waktu. Setting di novelnya adalah sampai Ikal cs lulus SMP, sedangkan di filmnya, hanya sampai mereka lulus SD.

2. Bakat seni Mahar. Di novel, Mahar unjuk gigi saat menyanyikan lagu Tenneesee Waltz di depan kelas saat pelajaran kesenian, sedangkan di film, bakat itu sudah ketahuan sejak awal sama teman2nya, dan lagu andalan Mahar adalah Seroja yang dinyanyikan saat menghibur Ikal yang jatuh cinta.

3. Pertanyaan-pertanyaan di lomba cerdas cermat yang diikuti Lintang. Di film, soal2nya sudah di-downgrade menjadi soal2 ala SD-karena setting waktu film ini, mungkin. Tidak ada Joanne d’ Arc, Thermoluscent Dating, atau Cincin Newton yang diperdebatkan dengan seru oleh Lintang dan dewan juri. Atau bagian ini di novel dianggap terlalu absurd sehingga di-masuk-akal-kan bagi penonton pada versi film? 

4. di novel, hadiah perpisahan A-Ling kepada Ikal berupa buku berjudul Edensor, sedangkan di film, hanya sebuah kotak bergambar Menara Eiffel.

5. Pada epilog film, yang mengunjungi Lintang adalah si Ikal, sementara di novel, Mahar (iya ya? gw lupa, yg jlas bkan Ikal). Di novel dijelaskan juga satu-satu bagaimana nasib seluruh anggota Laskar Pelangi di masa depan, namun, di film, hanya nasib Lintang dan Ikal yang dipaparkan, itu pun sedikit berbeda dengan novelnya. Lintang tetap tinggal di kampung halamannya (dan di film, ia mempunyai anak yang mewarisi kejeniusan juara lomba cerdas cermat itu), sedangkan Ikal mendapatkan sebuah beasiswa dan melanjutkan kuliah di Sorbonne (di novel, Ikal berkuliah di Jakarta dan mengirim foto kepada ibunya: dirinya dan kawan2nya dg dandanan super EMO)

okay….secara keseluruhan, TWO THUMBS UP for this muvee. You will find a masterpiece bagi yang belom baca novelnya, tapi bagi yang udah, even this is still a splendid work, mungkin a little bit dissapointed karena ada hal2 melenceng seperti di atas.    

“Menarilah dan terus tertawa/Walau dunia tak seindah surga/Bersyukurlah pada Yang Kuasa/cinta kita di dunia./selamanya” Laskar Pelangi-Nidji

Tentara Emas: Action dan……….Y401

Wednesday, September 24th, 2008

Pada jaman dahulu kala, ada suatu klan “nonhuman” yang terpojok oleh keberadaan manusia. Mereka pernah berperang melawan manusia dan kalah hancur-hancuran. Suatu saat, seorang (apa seekor yah?) troll menawarkan jasanya kepada sang raja untuk membuat satu pasukan dari emas yang kualitasnya 70 x 7; i.e. , pasukan ini nggak akan pernah hancur dan tidak akan pernah musnah, jauh lebih kuat dari pasukan-pasukan yang pernah ada. Berhubung sang raja didesak oleh sang anak, maka sang raja pun meminta sang troll untuk membuatkan pasukan tersebut.

Ketika akhirnya pasukan tersebut sudah terbangun, perang melawan manusia pun kembali dimulai. Kali ini tentu saja, that golden army has won the battle. Namun, kemenangan tersebut membuat sang raja menyesal, hingga akhirnya ia menawarkan perdamaian dengan manusia. Mahkota emas yang adalah penggerak tentara emas tersebut dipecah menjadi 3 bagian; 1 bagian diberikan pada manusia sedangkan 2 lainnya pada suku non-manusia itu.

inilah kisah yg mengawali pelem Anak Setan: Tentara Emas, sekuel dari pelm sebelumnya. Kisah itu diceritakan oleh Profesor Broom kepada anaknya , si Red, saat setan nyasar itu masih kecil.

cerita pun beralih ke masa sekarang, ketika si Red sudah jadi om-om, kawin dengan seorang cewek saingannya Joni Storm bernama Liz, dan berteman dengan seorang merman bernama Abe. Mereka bertiga menjadi tangan kanan pihak kepolisian dalam sebuah dinas rahasia.

Sementara, Pangeran Nuada, anak dari sang raja suku non-human itu, merasa bahwa manusia sudah mulai mengingkari janjinya. Itu sebabnya sang Pangeran berusaha untuk mendapatkan ketiga bagian dari mahkota tersebut untuk membangunkan pasukan tentara emas. Ia pun membunuh sang ayah dan berusaha untuk membunuh sang saudari kembar, Putri Nuala. Tapi, Nuala keburu kabur sebelum ketauan kakaknya.

Si Nuada yang sudah mendapatkan 1 mahkota emas, kemudian pergi ke sebuah balai lelang untuk merebut kepingan mahkota kedua yang waktu itu lagi dilelang. Kini, sang pangeran mendapatkan 2/3 bagian dari mahkota emas.

Menjadi tugas Red (a.k.a. Hellboy), Liz, dan Abe-lah untuk menyelamatkan Nuala serta mencegah kebangkitan tentara emas. Mereka kini dibantu oleh seorang….”roh gentayangan” bernama Johann Krauss. Si komandan lapangan yang tampangnya mirip Alpha 5 (MMPR) ini bisa merasuki semua benda mati.

Film ini menurut gua adalah gabungan dari tokusatsu dan film2 fantasi macam LOTR, karena bentuk jagoannya yang “tak lazim” dan kemunculan berbagai makhluk2 fantasi macam Troll dan Shinigami…maaf…Angel of Death. The coolest thing of the flick ish saat si Red ngelawan sebuah monster pohon (ada pesan lingkungan yang tersirat di sini). Adegan2 di sini is really full action, mirip GOW gitu deh….cool.

Namun, the ending is less than I expected. Gw kirain si Red (dkk) akan menghajar semua pasukan tentara emas yg jumlahnya 70×7 itu..eeh, ga tahunya…….(silakan nonton sendiri:) ).

Dan……………ada unsur Y401 dalam film ini! In an occassion, Red and Abe linked their arms, and sweetly sang “Can’t Smile Without You”. Good thing this is not Brokeback Mountain!!!

Jadi, overall, I r8 this film 4/5.

Minyak Lorenzo

Friday, September 12th, 2008

HUWAAAA…BLUESKY PENUH MELULUUUU…jadi kaga bisa ngepost dech…padahal banyak subjek menarik yang ada di pikiran nich….penduduk kamboja makan daging fad…sorri, tikus, iklan Nabati Sip yang-gw baru ngeh-mirip opening-nya Goggle V, trus silde-nya Tommy tentang kehidupan bumi di taun 2070, dan rekor2 mengejutkan dari Guiness World of Records top 100: dari makan cacing terbanyak, pinggang terkecil, sampe jalan di tali yg diiket di gunung setinggi 3 menara Eiffel! 

Tadi, my classmates n I watched a very inspirational movie berjudul Minyak Lorenzo. film yang dibintangi Nick Nolte dan Susan Sarandon (masih muda, ga kaya Queen Narissa di Enchanted!)  ini bukan film yang bercerita tentang kenaikan BBM, melainkan sebuah adaptasi kisah nyata tentang perjuangan sepasang ortu bernama Augusto dan Michaela Odone untuk menyembuhkan anaknya, Lorenzo Odone yang menderita penyakit ALD.   

Si kecil Lorenzo Odone dikenal sebagai anak pintar. Ketika masih berumur lima tahun, ia sudah menguasai tiga bahasa: Prancis, Inggris, dan Afrika. Lorenzo pernah tinggal selama tiga tahun di Kepulauan Komoro, Afrika Timur, bersama teman-temannya dan “abang”nya Omouri, sebelum pindah ke Amerika Serikat. Perilaku Lorenzo berubah ketika menginjak usia lima setengah tahun. Ia sering bicara ngacau di dalam kelas serta kerap meluapkan amarah tanpa alasan. Gurunya lalu melaporkan kelakuan Lorenzo kepada orangtuanya, Augusto Odone dan Michaela.

    Kemudian Augusto membawa putranya ke dokter spesialis yang berpraktek di Washington Children’s Hospital, Washington, Amerika Serikat. Lorenzo menunjukkan gejala-gejala kepikunan. Kandungan asam lemak di plasma darahnya berlebih. Lorenzo divonis menderita penyakit langka: adrenoleukodystrophy(ALD). Dokter mengatakan, sulit mengobati penyakit Lorenzo. Biasanya penderita ALD akan meninggal setelah dua tahun didiagnosis. Tak ada terapi, tak obat-obatan, dan tak ada harapan hidup.

    Dokter menganjurkan Lorenzo menjalani diet rendah lemak. Setelah ia menjalani diet, ternyata kadar asam lemak di dalam darahnya justru bertambah. Augusto (yang ternyata homo-semua cowo temennya, sampe si Omouri yang khusus dipanggil buat nemenin Lorenzo, dicium sama dia!) mencoba alternatif lain di salah sate rumah sakit di Boston. Lorenzo menjalani kemotrapi, pengobatan heradiasi tinggi. Pengobatan ini punya efek samping seperti rambut rontok, mual, dan turunnya berat badan. Ternyata terapi ini juga tidak efektif. Kondisi Lorenzo malah makin parah. He can’t breathe and swallow , he’s totally paralyzed, dan dia sering keselek ludahnya sendiri yang bisa berakibat fatal kalo telat disedot, cuz udah langsung masuk ke paru2!  Ketika akan kembali kerumah, ia mendapat panggilan dari Yayasan ALD, dan disarankan menjalani terapi diet

    Lantaran telanjur kecewa, Lorenzo memilih kembali ke Washington. Orangtua Lorenzo sibuk mencari literatur mengenai terapi ALD. Mulai dari mencari info dari buku-buku di National Institute of Health sampai mengadakan simposium (Plus party-party..hha) dengan para dokter dan sesama orangtua penderita ALD.  Hingga akhirnya, ia menemukan cairan berbentuk minyak.Yakni campuran minyak zaitun dan minyak biji tanaman rape. Kedua minyak ini mengandung asam oleat dan asam erusik. Dua bahan kimia itu kemudian diproduksi oleh dua pabrik yang berbeda. Digunakan untuk terapi ALD Lorenzo, makannya disebut Minyak Lorenzo. Ketika dicoba pada mencit a.k.a. tikus , hasilnya lumayan. Begitu pula ketika dicoba pada Lorenzo. Kadar asam lemak di dalam darahnya kembali normal. Lorenzo pun akhirnya dapat melihat dan menggerakkan jari tangannya. Ia pun bisa menjawab dengan isyarat kedipan mata, serta mulai belajar berkomunikasi dengan menggunakan komputer.  Film ini pun berakhir dengan suara hati Lorenzo yang berharap orangtuanya bisa mendengar suara anak mereka kembali, serta testimonial para anak-anak penderita ALD yang telah menggunakan Minyak Lorenzo. 

Tapi, kisah hidup Lorenzo belum berakhir sampai di sini. As time goes by, Lorenzo dapat berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Minyak Lorenzo pun semakin banyak digunakan dalam penyembuhan terapi ALD, dan Augusto Odone mendapatkan gelar doktor honoris causa atas penemuannya tersebut. 

Lorenzo Odone meninggal pada 30 Mei 2008, pada usia 30 tahun, lantaran kena aspiration pneumonia akibat keselek makanan en makanannya masuk ke paru2. 

Well, kisah hidup Lorenzo Odone dan perjuangan di balik penemuan Lorenzo’s Oil ini is indeed a war for knowledge and the victory of hope through perseverance. A big whole round applause! 

Uchuu Keiji Gavan dan Mobile 8

Friday, September 5th, 2008

Sumpah…gwe jdi ga ngantuk pas sahur tadi pagi gaara2 ngeliatin ni iklan! 

Ini iklan terbaru Fren, yang menampilkan seorang detektif luar angkasa terkenal bernama Gaban yang booming banget tu taun 80-an…bahkan sampe masuk film Dono (uda dapet lisensi ama Toei blum ya)?. Di iklan ini, si Gaban jadi “objek penderita”, and itulah yang bikin gw ngakak. 

 

There are two versions of this ad: 

1. Gaban dicabutin bulu kakinya pake lakban 

2. Gaban dibeliin ban buat belajar renang, en Gabannya konslet! (setau gue kan gaban itu orang luar angkasa, bukan robot!) Trus gabannya bilang, “Mati saya, dek” pake logat Madura gitu….(sejak kapan Retsu Ichijoji bisa bahasa Madura? Apa jgn2 abis Don Horror mati trus dia jualan sate?) kocak abis….

 

Dua jempol deh buat Mobile 8 yang bisa bikin gw melek pas saur…tar Gaban diapain lagi yaa?? :) 

Gw jadi mikir..what if Luffy, Light, atau Ichigo bakal masuk iklan Indonesia…..tar jadi kaya gimana yaa?? Ada yang mau ngasi ide???